Rabu, 21 Januari 2026

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik


Gambar 428 Diagram Alur Splicing 
dalam Komunikasi Optik


Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):

1. Pengertian Splicing Fiber Optic

Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.

Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:

  • Backbone jaringan
  • Joint closure
  • Perpanjangan kabel fiber optik

 

2. Tujuan Splicing

Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:

  • Menghubungkan kabel fiber optik
  • Memperpanjang jalur transmisi
  • Memperbaiki kabel fiber yang putus
  • Menjaga kualitas sinyal optik
  • Mengurangi redaman dan refleksi

 

3. Prinsip Kerja Splicing

Splicing bekerja dengan prinsip:

a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi

b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:

  • Cahaya tetap merambat lurus
  • Pantulan (reflection) minimal
  • Kehilangan daya (loss) sangat kecil

Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.

 

4. Jenis-Jenis Splicing Fiber Optic

A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)

Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan Fusion Splicer
  • Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
  • Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
  • Sambungan kuat dan tahan lama

Digunakan untuk:

  • Backbone FO
  • Jaringan ISP
  • Jaringan jarak jauh

 

B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)

Metode penyambungan tanpa peleburan.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan alat mekanik dan gel optik
  • Lebih cepat dan murah
  • Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)

Digunakan untuk:

  • Perbaikan darurat
  • Instalasi sementara
  • Latihan/praktikum

 

5. Komponen yang Terlibat dalam Splicing

Beberapa komponen penting dalam proses splicing:

  • Core : inti penghantar cahaya
  • Cladding : pembungkus core
  • Coating : pelindung fiber
  • Fusion Splicer
  • Fiber Cleaver
  • Stripper Fiber
  • Splice Protector (Sleeve)

 

6. Parameter Kualitas Splicing

A. Insertion Loss

Kehilangan daya akibat sambungan.

  • Standar baik: ≤ 0,1 dB
  • Semakin kecil, semakin baik

B. Return Loss

Pantulan cahaya ke arah sumber.

  • Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil

 

7. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Splicing

a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi

 

8. Peran Splicing dalam Sistem Komunikasi Optik

Splicing sangat penting karena:

  • Menentukan keandalan jaringan
  • Mempengaruhi jarak transmisi
  • Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
  • Mengurangi gangguan dan error sinyal

 

9. Contoh Penerapan Splicing

  • Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
  • Jaringan Metro Ethernet
  • Backbone antar gedung/kota
  • Sistem komunikasi data dan internet

 

Kesimpulan

Splicing adalah proses vital dalam komunikasi optik karena berfungsi menyambungkan serat optik secara permanen dengan redaman minimal agar transmisi data tetap optimal dan stabil.

TERMINASI KONEKTOR FO

Pengertian dan Fungsi Fiber Optik (FO)

Apa Itu Fiber Optik (FO)?

Fiber Optik adalah media transmisi data yang terbuat dari serat kaca atau plastik yang sangat halus dan transparan, yang berfungsi untuk mengirimkan data dalam bentuk sinyal cahaya. Fiber optik bekerja dengan prinsip pemantulan cahaya total di dalam inti serat sehingga data dapat dikirimkan dengan kecepatan sangat tinggi, jarak sangat jauh, dan kualitas sinyal yang stabil. Teknologi ini banyak digunakan dalam sistem telekomunikasi modern karena mampu menyalurkan data berkapasitas besar dengan tingkat gangguan yang sangat rendah.

Fungsi Fiber Optik

  1. Mengirimkan data internet dengan kecepatan sangat tinggi

  2. Menjadi media utama jaringan telekomunikasi modern

  3. Media komunikasi jarak jauh antar kota dan negara

  4. Digunakan pada jaringan komputer (LAN, MAN, WAN)

  5. Menyalurkan sinyal data dengan gangguan elektromagnetik yang sangat kecil

  6. Menghubungkan jaringan antar gedung dan antar kantor

  7. Mendukung layanan streaming video resolusi tinggi

  8. Menjamin koneksi stabil untuk video call dan konferensi online

  9. Digunakan sebagai backbone jaringan internet

  10. Mendukung transfer data dalam jumlah besar

Jenis-Jenis Fiber Optik

  1. Single Mode Fiber (SMF)

    • Inti kecil

    • Jarak sangat jauh

    • Kecepatan tinggi

  2. Multi Mode Fiber (MMF)

    • Inti lebih besar

    • Jarak pendek

    • Biaya lebih murah

Kelebihan Fiber Optik

  1. Kecepatan transmisi sangat tinggi

  2. Bandwidth besar

  3. Tahan terhadap gangguan elektromagnetik

  4. Jarak transmisi jauh

  5. Keamanan data lebih baik

Kekurangan Fiber Optik

  1. Biaya instalasi relatif mahal

  2. Perbaikan dan pemasangan cukup rumit

  3. Serat mudah rusak jika tertekuk

  4. Membutuhkan alat dan teknisi khusus

Cara Membuat / Proses Pembuatan Fiber Optik


1. Persiapkan Alat dan Bahan Sesuai Gambar Dibawah ini




Alat - Alat :
1. Fiber Stripper (untuk coating & buffer)
2. Fiber Cleaver (pemotong presisi)
3. Crimp Tool FO
4. Optical Power Meter & Light Source (untuk tes)
5. Visual Fault Locator (VFL)
6. Cable Cutter

Bahan - Bahan :
1. Kabel Fiber Optic
2. Fast Connector FO
3. Alkohol Isopropyl
4. Tisu Kering

2. Langkah - Langkah : 

1.Tentukan panjang kabel sesuai kebutuhan, lalu potong dengan rapi.



2.Pisahkan elemen penguat kabel (kawat) yang semula menyatu dengan kabel utama.


3.Kupas lapisan luar fiber optik (outer jacket/sheath) sepanjang kurang lebih 4 cm.
4.Selanjutnya, kupas bagian cladding, dengan menyisakan sedikit di bagian pangkal kabel.

5.Bersihkan sisa cladding menggunakan alkohol agar serat optik benar-benar bersih.

6.Rapikan dan potong ujung kabel hingga rata sesuai contoh yang terlihat pada gambar.

7.Siapkan dua buah fast connector (Fastcon).



8.Masukkan kabel yang telah dikupas ke dalam Fastcon dengan mengikuti tahapan pemasangan seperti pada gambar.



9.Lakukan pengujian awal menggunakan Light Source untuk memastikan kabel sudah berfungsi dengan baik.



10.Terakhir, ukur daya sinyal menggunakan OPM (Optical Power Meter), di mana salah satu ujung kabel terhubung ke Light Source dan ujung lainnya ke OPM, dengan hasil minimal −40 dBm.


Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian target redaman yang telah dilakukan, diperoleh nilai redaman tertinggi sebesar -26 dB dan nilai redaman terendah sebesar 23 dB. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kualitas sambungan kabel fiber optik masih berada dalam batas yang dapat diterima untuk penggunaan jaringan.

Rabu, 07 Januari 2026

Terminasi Konektor Fiber Optics




Gambar 427 Terminasi Konektor Fiber Optics


Berikut langkah-langkah melakukan crimping (terminasi) Fiber Optic yang umum dipakai di sekolah/SMK dan lapangan kerja. Pada fiber optic, istilah yang lebih tepat sebenarnya terminasi konektor FO (bukan crimp seperti kabel UTP), namun di praktik sering tetap disebut crimping FO.


1. Persiapan Alat dan Bahan

Alat

  • Fiber Stripper (untuk coating & buffer)
  • Fiber Cleaver (pemotong presisi)
  • Crimp Tool FO (jika konektor fast/quick connector)
  • Optical Power Meter & Light Source (opsional, untuk tes)
  • Visual Fault Locator (VFL)

Bahan

  • Kabel Fiber Optic (Single Mode / Multi Mode)
  • Konektor FO (SC / LC / ST / FC – fast connector)
  • Alkohol Isopropil & tisu bebas serat


2. Mengupas Jaket Kabel Fiber Optic

  • Kupas jaket luar kabel ±3–5 cm
  • Buka strength member (aramid/kevlar)
  • Kupas buffer/coating hingga tersisa core + cladding (serat kaca)

Hati-hati: serat FO sangat rapuh dan bisa melukai kulit.


3. Membersihkan Serat Optik

  • Bersihkan serat menggunakan alkohol isopropil
  • Gunakan tisu bebas serat
  • Pastikan serat bening dan bersih

Tujuan: menghindari redaman (loss) tinggi


4. Memotong Serat (Cleaving)

  • Masukkan serat ke fiber cleaver
  • Potong dengan sudut 90° sempurna
  • Pastikan hasil potongan rata dan tidak retak

Cleaving yang baik = kualitas sinyal bagus


5. Memasang Konektor Fiber Optic (Fast Connector)

  • Masukkan serat ke dalam konektor FO
  • Dorong hingga mentok sesuai tanda
  • Kunci konektor (tekan/geser sesuai jenis)
  • Gunakan crimp tool FO bila diperlukan

Umumnya konektor SC Fast Connector paling sering dipakai di SMK


6. Pemeriksaan Visual

  • Gunakan Visual Fault Locator (VFL)
  • Pastikan cahaya merah tembus lurus
  • Tidak ada cahaya bocor di samping konektor

Jika bocor → ulangi pemasangan


7. Pengujian (Testing)

Pengujian Sederhana

  • VFL (merah terlihat di ujung)

Pengujian Profesional

  • Optical Power Meter
  • OTDR (jika tersedia)

Target redaman:

  • Single Mode: ±0,2 – 0,5 dB
  • Multi Mode: ±0,3 – 0,7 dB


8. Finishing

  • Pasanboot/karet pelindung
  • Rapikan kabel
  • Label koneksi

Ringkasan Singkat (Versi Ujian / Praktikum)

  1. Kupas jaket kabel FO
  2. Kupas buffer & bersihkan serat

  3. Potong serat dengan cleaver

  4. Pasang konektor FO

  5. Crimp/kunci konektor

  6. Tes menggunakan VFL / OPM


Sumber :



Panduan langkah penyambungan dan terminasi kabel serat optik

Rabu, 26 November 2025

Memahami prinsip kerja dan teknologi fiber optic

<

Memahami Prinsip Kerja dan Teknologi Fiber Optik

Fiber optik adalah teknologi modern yang menggunakan cahaya untuk mentransmisikan data melalui serat kaca atau plastik yang sangat tipis. Teknologi ini menjadi tulang punggung komunikasi internet, telekomunikasi, dan jaringan digital saat ini. Untuk memahami bagaimana fiber optik bekerja, kita perlu mengetahui prinsip dasar optik, komponen utama, serta teknologi pendukungnya.

1. Prinsip Pemantulan Internal Total (Total Internal Reflection)

Prinsip utama fiber optik adalah pemantulan internal total, yaitu ketika cahaya yang masuk ke dalam core terus dipantulkan oleh cladding sehingga cahaya “terjebak” dan bergerak sepanjang kabel tanpa keluar.

  • Core: tempat cahaya merambat.
  • Cladding: memantulkan cahaya kembali ke core.
  • Sudut datang cahaya: menentukan apakah cahaya bisa dipantulkan sempurna.

Karena pantulan ini sangat efisien, sinyal cahaya dapat bergerak jauh tanpa mengalami banyak kehilangan (loss).

2. Sumber Cahaya: LED dan Laser

Untuk mengirim data melalui fiber optik, digunakan sumber cahaya berupa:

  • LED (Light Emitting Diode) — digunakan pada kabel multimode, murah dan untuk jarak pendek.
  • Laser (Laser Diode) — digunakan pada single-mode untuk jarak jauh dan kecepatan tinggi.

Cahaya ini dikodekan menjadi sinyal digital (0 dan 1) yang kemudian dikirim melalui serat optik.

3. Konversi Sinyal Listrik ke Cahaya

Sebelum data dikirim, perangkat bernama transmitter optik mengubah sinyal listrik dari perangkat (router, switch, komputer) menjadi sinyal cahaya.

Di ujung penerima, perangkat receiver optik mengubah cahaya kembali menjadi sinyal listrik.

4. Teknologi Multiplexing (DWDM, CWDM)

Fiber optik mendukung pengiriman banyak data sekaligus melalui teknologi multiplexing:

  • DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing) — memuat puluhan hingga ratusan “warna cahaya” dalam satu serat.
  • CWDM (Coarse WDM) — versi lebih murah dengan jumlah channel lebih sedikit.

Teknologi ini memungkinkan satu kabel fiber optik dapat memuat ribuan gigabit data sekaligus.

5. Jarak & Redaman (Loss)

Meskipun fiber optik sangat efisien, tetap terdapat sedikit redaman (loss) karena:

  • penyambungan kurang sempurna,
  • kabel ditekuk terlalu tajam,
  • kotor atau debu pada konektor.

Teknisi menggunakan alat bernama OTDR untuk mengukur kualitas dan menemukan titik kerusakan kabel.

6. Teknologi GPON dan FTTH

Dalam jaringan rumah (WiFi dan internet rumahan), digunakan teknologi:

  • FTTH (Fiber to the Home): fiber optik langsung masuk ke rumah pelanggan.
  • GPON (Gigabit Passive Optical Network): sistem distribusi yang membagi satu jalur fiber untuk banyak pengguna.

Sistem ini memungkinkan internet cepat sampai ke rumah secara stabil.

7. Kecepatan Transmisi Tinggi

Fiber optik mampu mengirim data dengan kecepatan hingga:

  • 10 Gbps (umum)
  • 40–100 Gbps (jaringan backbone modern)
  • Terabit per detik (riset teknologi terbaru)

8. Keunggulan Teknologi Fiber Optik

  • Lebih cepat dan stabil dibanding tembaga.
  • Aman dari gangguan elektromagnetik.
  • Mendukung jarak sangat jauh.
  • Bandwidth jauh lebih besar.
  • Lebih awet dan tidak mudah panas.

9. Tantangan Teknologi Fiber Optik

  • Instalasi awal relatif mahal.
  • Kabel sensitif terhadap tekukan tajam.
  • Membutuhkan teknisi terlatih untuk penyambungan (splicing).
  • Peralatan OLT/ONT memerlukan konfigurasi khusus.

10. Masa Depan Teknologi Fiber Optik

Fiber optik terus berkembang menjadi teknologi utama internet dunia. Riset terbaru menunjukkan bahwa kabel fiber generasi baru mampu mentransmisikan hingga 1 petabit/detik.

Dengan meningkatnya kebutuhan AI, cloud, dan streaming 8K, fiber optik akan semakin penting sebagai backbone komunikasi global.

Memilih kabel fiber optic sesuai kebutuhan

Memilih Kabel Fiber Optik Sesuai Kebutuhan

Memilih kabel fiber optik yang tepat sangat penting agar jaringan dapat bekerja secara maksimal sesuai kondisi lingkungan dan kebutuhan teknis. Setiap jenis kabel memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari jarak transmisi, kekuatan fisik, fleksibilitas pemasangan, hingga lokasi penggunaan seperti indoor, outdoor, atau bawah tanah. Berikut panduan lengkap yang akan membantu Anda menentukan jenis kabel paling sesuai.

1. Tentukan Jarak Transmisi Data

Jarak transmisi berpengaruh langsung pada pemilihan tipe kabel. Untuk jarak sangat jauh seperti antar kota atau backbone ISP, Single-Mode Fiber (SMF) menjadi pilihan ideal karena memiliki redaman rendah. Sementara untuk jarak pendek seperti gedung atau kampus, Multi-Mode Fiber (MMF) lebih ekonomis dan mudah dipasang.

2. Menyesuaikan dengan Lingkungan Instalasi

Lingkungan pemasangan menentukan apakah kabel harus memiliki perlindungan ekstra. Untuk area luar ruangan (outdoor) yang menghadapi panas, hujan, atau debu, jenis Loose Tube dan Armored Cable secara umum lebih direkomendasikan. Sedangkan instalasi dalam ruangan cukup menggunakan Tight Buffered Cable yang lebih fleksibel.

3. Memilih Metode Pemasangan: Udara, Tanah, atau Indoor

Jika pemasangan dilakukan di udara menggunakan tiang, gunakan kabel ADSS (Aerial) yang dirancang tanpa material konduktif sehingga aman dari risiko petir. Untuk pemasangan bawah tanah yang ditarik melalui ducting, pilih Duct Fiber Optic. Jika ingin langsung ditanam tanpa pipa, gunakan Direct Buried Cable (DBC) yang sudah memiliki lapisan waterproof dan baja pelindung.

4. Perhatikan Kapasitas Core yang Dibutuhkan

Kapasitas core menentukan berapa banyak data yang bisa ditransmisikan sekaligus. Jaringan berskala besar seperti data center atau backbone kota biasanya memerlukan kabel Ribbon Fiber Optic yang memiliki puluhan hingga ratusan serat dalam satu kabel. Untuk kebutuhan kecil hingga menengah, 2–24 core sudah sangat mencukupi.

5. Pertimbangkan Ketahanan Fisik dan Keamanan

Jika pemasangan berada di area yang rentan tekanan, gigitan hewan, atau aktivitas berat seperti industri, kabel Armored wajib digunakan karena memiliki perlindungan baja. Untuk area indoor yang aman, kabel standar tanpa armor sudah memadai dan lebih murah.


6. Menentukan Budget Instalasi

Setiap jenis kabel memiliki harga yang berbeda. Kabel armored dan ADSS biasanya lebih mahal karena perlindungan fisiknya lebih lengkap. Untuk keperluan dalam ruangan atau jarak pendek, memilih kabel yang lebih sederhana dapat menghemat biaya tanpa mengorbankan kualitas jaringan.

7. Kompatibilitas dengan Perangkat Jaringan

Pastikan kabel sesuai dengan jenis transceiver atau perangkat optik lainnya. Misalnya, perangkat 10GBASE-LR biasanya memakai SMF, sedangkan 10GBASE-SR memakai MMF. Kompatibilitas ini berpengaruh pada performa dan efisiensi jaringan.

8. Mengetahui Kebutuhan Bandwidth

Untuk kebutuhan video streaming, cloud, gaming, atau data center, bandwidth besar sangat diperlukan. Di sini, SMF memiliki keunggulan karena dapat mentransmisikan data dalam jarak jauh dengan kapasitas besar. Untuk kantor kecil, MMF umumnya sudah sangat cukup.

9. Memilih Kabel dengan Fleksibilitas Sesuai Area

Jika pemasangan dilakukan di area yang sempit atau perlu banyak belokan, pilih kabel yang fleksibel seperti Tight Buffered. Untuk area yang lurus dan panjang, Loose Tube lebih optimal. Fleksibilitas yang tepat akan mempercepat instalasi dan mengurangi potensi kerusakan kabel.

10. Perhatikan Standar & Sertifikasi

Pastikan kabel memiliki standar internasional seperti ITU-T, TIA/EIA, atau IEC. Kabel bersertifikasi biasanya lebih aman, tahan lama, dan memastikan kompatibilitas dalam sistem jaringan modern.

Memahami Jenis-Jenis Kabel Fiber Optik

Memahami Jenis-Jenis Kabel Fiber Optik

Kabel fiber optik memiliki berbagai jenis yang dirancang untuk kebutuhan berbeda, seperti jarak transmisi, lingkungan pemasangan, hingga kapasitas jaringan. Berikut ini adalah 10 jenis kabel fiber optik lengkap disertai pengertian dan fungsinya.

1. Single-Mode Fiber (SMF)

Single-mode memiliki inti (core) sangat kecil, sekitar 8–10 µm, sehingga hanya satu jalur cahaya yang dapat bergerak di dalamnya. Kabel ini mampu mengirim data pada jarak jauh hingga puluhan kilometer tanpa kehilangan kualitas sinyal.

Digunakan untuk: backbone internet, jaringan antar kota, ISP, dan sistem telekomunikasi jarak jauh.

2. Multi-Mode Fiber (MMF)

Multi-mode memiliki core lebih besar (50–62,5 µm) sehingga cahaya dapat merambat dalam banyak mode sekaligus. Kabel ini biasanya digunakan untuk jarak pendek karena lebih murah dan mudah diinstalasi.

Digunakan untuk: LAN, jaringan gedung, kampus, dan data center jarak dekat.

3. Loose Tube Fiber Optic

Jenis ini memiliki serat optik yang ditempatkan dalam tabung longgar berisi gel atau bahan water-blocking. Perlindungan ini membuatnya sangat aman dari air, kelembapan, dan suhu ekstrem.

Cocok untuk: instalasi outdoor, pegunungan, daerah panas, atau dekat air.

4. Tight Buffered Fiber Optic

Serat optik dilapisi pelindung langsung sehingga lebih tebal dan kuat. Kabel ini fleksibel dan mudah dipasang di area dalam ruangan.

Digunakan untuk: instalasi indoor, gedung perkantoran, sekolah, dan rumah sakit.

5. Armored Fiber Optic Cable

Kabel ini memiliki lapisan baja atau metal khusus yang melindungi serat optik dari gigitan hewan, tekanan tanah, dan kerusakan mekanis. Sangat kuat dan tahan lama.

Cocok untuk: area tanah rawan rusak, lokasi industri, dan pemasangan bawah tanah.

6. Aerial Fiber Optic (ADSS)

ADSS (All-Dielectric Self-Supporting) adalah kabel yang dapat dipasang di udara menggunakan tiang tanpa kawat baja. Kabel ini ringan namun sangat kuat menghadapi angin, hujan, dan petir.

Digunakan untuk: jaringan PLN, tiang telekomunikasi, dan area bebas dari jalur tanah.

7. Duct Fiber Optic Cable

Kabel ini khusus untuk ditarik melalui ducting atau pipa bawah tanah. Biasanya memiliki pelindung ekstra agar tidak rusak saat penarikan menggunakan mesin.

Digunakan untuk: infrastruktur bawah tanah milik ISP atau pemerintah.

8. Direct Buried Cable (DBC)

Kabel DBC bisa ditanam langsung ke tanah tanpa pipa karena memiliki lapisan waterproof dan lapisan baja anti tekanan tanah.

Digunakan untuk: instalasi pedesaan, jalur panjang, dan area minim fasilitas ducting.

9. Ribbon Fiber Optic

Serat-serat optik disusun seperti pita, membuat proses penyambungan (splicing) massal sangat cepat dan efisien. Biasanya digunakan pada jaringan besar dengan kapasitas ratusan core.

Digunakan untuk: backbone kota, data center, dan jaringan operator besar.

10. Breakout Fiber Optic

Setiap serat dalam kabel ini memiliki pelindung sendiri sehingga sangat kuat dan mudah dipasang tanpa tambahan breakout kit. Cocok untuk penggunaan yang membutuhkan daya tahan tinggi.

Digunakan untuk: instalasi industri, pabrik, dan lingkungan yang banyak getaran.

Memahami jaringan fiber optic

Memahami Jaringan Fiber Optik: Pengertian, Fungsi & Kelebihan

Apa itu Fiber Optik?

Fiber Optik (serat optik) adalah media transmisi data yang menggunakan cahaya untuk membawa informasi antar titik melalui serat kaca atau plastik yang sangat halus. Kabel ini fleksibel, ringan, dan jauh lebih tipis dibanding kabel tembaga tradisional.

Komponen Dasar Kabel Fiber Optik

  • Core (inti): tempat cahaya merambat — biasanya terbuat dari kaca atau plastik.
  • Cladding (selubung): memantulkan cahaya kembali ke core.
  • Jaket/Pelindung luar: melindungi serat dari kerusakan fisik dan lingkungan.

Fungsi dan Kegunaan Fiber Optik

Digunakan untuk jaringan telekomunikasi, internet broadband, backbone jaringan, dan sambungan antar gedung/data center. Keunggulannya: kecepatan tinggi, kapasitas besar, dan stabilitas sinyal.

Karena menggunakan cahaya, fiber optic lebih kebal terhadap gangguan elektromagnetik.

Kelebihan & Kekurangan Fiber Optik

Kelebihan

  • Bandwidth tinggi — mampu membawa data sangat besar.
  • Jangkauan panjang tanpa banyak repeater.
  • Stabil dan aman dari noise elektromagnetik.
  • Ukurannya ramping dan ringan.

Kekurangan

  • Biaya instalasi awal relatif tinggi.
  • Lebih sensitif secara fisik dan perlu penanganan hati-hati.

Kenapa Fiber Optik Penting Saat Ini

Di era digital, fiber optic memberikan koneksi stabil dan cepat. Teknologi ini mendukung kebutuhan internet modern, streaming, pekerjaan online, dan layanan data center.

Sumber Referensi

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

Gambar 428 Diagram Alur Splicing  dalam Komunikasi Optik Berikut penjelasan  Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik  yang disusun ring...