Kamis, 30 April 2026

PRAKTIKUM MIKROTIK (KELOMPOK)

Konfigurasi MikroTik

🌸 Konfigurasi MikroTik 🌸

Persiapan Perangkat

Sebelum melakukan konfigurasi MikroTik, siapkan terlebih dahulu perangkat yang akan digunakan agar proses praktikum berjalan dengan lancar.

  • Hubungkan adaptor power ke MikroTik hingga lampu indikator menyala normal.
  • Sambungkan kabel LAN dari modem / ISP ke port Ether1 pada MikroTik.
  • Sambungkan kabel LAN dari laptop atau server ke port Ether2 pada MikroTik.
  • Pastikan kabel terpasang dengan benar agar koneksi dapat terdeteksi.
Login ke MikroTik

Langkah berikutnya yaitu masuk ke dalam sistem MikroTik menggunakan aplikasi Winbox.

  • Download aplikasi Winbox dari website resmi MikroTik.
  • Buka aplikasi winbox.exe.
  • Pada menu Neighbors akan muncul MAC Address router MikroTik.
  • Pilih MAC Address tersebut lalu klik tombol Connect.
Username : admin
Password : kosong
Konfigurasi Interface
Langkah 7

Pada tahap ini dilakukan penggantian nama interface agar lebih mudah dikenali saat konfigurasi jaringan.

Interface Ether1 digunakan sebagai jalur internet dari ISP sehingga diubah namanya menjadi ISP ZAHRA.

  • Buka menu Interfaces.
  • Klik dua kali pada Ether1.
  • Pada kolom Name ubah menjadi ISP ZAHRA.
  • Klik Apply lalu OK.

Selanjutnya Ether2 digunakan sebagai jaringan lokal sehingga diubah namanya menjadi SERVER ZAIRA.

  • Klik dua kali pada Ether2.
  • Ubah Name menjadi SERVER ZAIRA.
  • Klik Apply lalu OK.
Konfigurasi Internet
Langkah 8

Tahap ini bertujuan agar MikroTik dapat menerima koneksi internet otomatis dari ISP menggunakan DHCP Client.

  • Buka menu IP → DHCP Client.
  • Klik tombol Add (+).
  • Pilih interface ISP ZAHRA.
  • Klik Apply lalu OK.
  • Router akan otomatis mendapatkan IP Address dari ISP.
Konfigurasi Jaringan Lokal
Langkah 9

Pada tahap ini dilakukan pemberian IP Address pada interface jaringan lokal agar perangkat client dapat terhubung ke MikroTik.

  • Buka menu IP → Addresses.
  • Klik tombol Add (+).
  • Masukkan IP Address sesuai konfigurasi.
  • Pilih interface SERVER ZAIRA.
  • Klik Apply lalu OK.
Address : 192.168.32.1/24
Interface : SERVER ZAIRA
Network : 192.168.32.0
Konfigurasi DHCP Server
Langkah 10 - 11

DHCP Server digunakan untuk membagikan IP Address otomatis kepada perangkat client yang terhubung ke jaringan MikroTik.

  • Buka menu IP → DHCP Server.
  • Pilih menu DHCP Setup.
  • Pilih interface SERVER ZAIRA.
  • Klik Next terus hingga konfigurasi selesai.
  • DHCP Server berhasil dibuat.
Konfigurasi NAT
Langkah 12

NAT digunakan agar jaringan lokal dapat terhubung ke internet melalui interface ISP.

  • Buka menu IP → Firewall → NAT.
  • Klik tombol Add (+).
  • Pada tab General pilih Chain = srcnat.
  • Pilih Out Interface = ISP ZAHRA.
  • Pada tab Action pilih masquerade.
  • Klik Apply lalu OK.
Chain : srcnat
Out Interface : ISP ZAHRA
Action : masquerade
Hasil Praktikum

Setelah semua konfigurasi selesai dilakukan, jaringan berhasil terhubung ke internet dan client mendapatkan IP Address otomatis dari DHCP Server.

Rabu, 15 April 2026

Panduan Konfigurasi Dasar MikroTik Menggunakan Winbox

Panduan Konfigurasi Dasar MikroTik Menggunakan Winbox

MikroTik hAP lite RB941-2nD


I. Peralatan yang Dibutuhkan

Sebelum konfigurasi, siapkan:

  • Router MikroTik hAP lite (RB941-2nD)
  • Laptop / PC
  • Kabel UTP / LAN
  • Software Winbox
  • Koneksi internet dari Modem / ISP

II. Topologi Jaringan Sederhana



Keterangan:

  • Ether1 → koneksi ke Internet / Modem
  • Ether2-Ether4 → koneksi ke jaringan LAN

III. Panduan Login Pertama Winbox MikroTik

3.1 Persiapan Awal

Langkah-langkah:

  • Hubungkan kabel LAN dari Ether2 MikroTik ke Laptop.
  • Sambungkan power MikroTik menggunakan adaptor / micro USB.
  • Jalankan aplikasi Winbox di komputer.

Sebelum login, pastikan:

  • Router MikroTik sudah menyala
  • PC/Laptop terhubung ke MikroTik via:
    • Kabel LAN (Ether2–Ether5)
  • Sudah download aplikasi Winbox dari MikroTik

3.2 Cara Download Winbox

  • Buka website resmi MikroTik: https://mikrotik.com/download
  • Scroll ke bagian Tools & Utilities
  • Cari Winbox
  • Klik tombol Download (biasanya file bernama winbox.exe)

3.3 Cara Menggunakan Setelah Download

  • Tidak perlu instalasi (portable)
  • Klik dua kali file winbox.exe
  • Akan langsung terbuka aplikasi Winbox
  • Hubungkan ke MikroTik:
    • Via MAC Address (tab Neighbors)
    • Atau via IP Address

3.4 Tips Penting

  • Gunakan hanya dari situs resmi MikroTik untuk menghindari virus
  • Tidak perlu install → langsung jalan
  • Bisa disimpan di flashdisk untuk penggunaan di banyak komputer
  • Pastikan jaringan sudah terhubung ke router MikroTik

3.5 Membuka Aplikasi Winbox

  • Klik 2x file winbox.exe
  • Akan muncul tampilan utama Winbox

3.6 Mendeteksi Router (Neighbors)

  • Klik tombol “Neighbors”
  • Tunggu beberapa detik
  • Akan muncul daftar router MikroTik:
    • MAC Address
    • IP Address
    • Identity
  • Pilih salah satu (biasanya otomatis terdeteksi)

3.7 Login Pertama

Gunakan data default:

  • Login : admin
  • Password : (kosongkan saja)

Kemudian:

  • Klik Connect

3.8 Ganti Password (WAJIB!)

Setelah berhasil login:

  • Klik menu System → Users
  • Pilih user admin
  • Klik Password
  • Isi password baru (minimal kuat)
  • Klik OK

2 Cara Menghubungkan Router Mikrotik Ke Internet

2 Cara Menghubungkan Router Mikrotik Ke Internet

Gambar 293 Mikrotik


Cara Setting Mikrotik di VirtualBox

Sebelumnya kita sudah melakukan install mikrotikOS di virtualbox, nah itu hanya sekedar install saja belum untuk setting mikrotik kita agar mikrotik kita bisa internet atau membagikan internet ke client bisa melalui hotspot atau wireless atau melalui kabel.

Di artikel ini kita akan setting mikrotik agar mikrotik bisa terhubung dengan mikrotik, disini saya masih menggunakan mikrotik yang sebelumnya sudah saya install di virtualbox.

Dan untuk clientnya saya menggunakan virtualbox juga yang sistem operasinya itu adalah windows xp. Baiklah kita langsung saja untuk mulai setting router mikrotiknya agar bisa terhubung dengan mikrotik.


Setting DHCP Client

  1. Pertama, nyalakan mikrotik dan remote menggunakan Winbox.
  2. Klik menu IP → DHCP Client, lalu klik tombol tambah (+).
  3. Pilih interface (misal ether1 sebagai sumber internet), lalu klik apply dan OK.

  4. Jika status sudah bound, berarti sudah terhubung internet.

  5. Ini hasil setelah status DHCP menjadi bound.

Setting IP Address Static

  1. Klik menu IP → Addresses, lalu klik tombol tambah (+).

  2. Masukkan IP Address sesuai jaringan (contoh: 192.168.100.10), pilih interface ether1, lalu apply.

  3. Klik menu IP → DNS, isi DNS (contoh: 8.8.8.8, 8.8.4.4), centang allow remote request, lalu apply.

  4. Klik menu IP → Routes, tambahkan gateway (contoh: 192.168.100.1), pastikan status reachable.

  5. Klik menu IP → Firewall → NAT, tambah rule:
    • Out Interface: ether1
    • Action: masquerade

  6. Jika sudah, akan muncul list NAT.


Selanjutnya kita cek apakah sudah benar benar terhubung mikrotik kita oleh internet?




Gimana setting mikrotik atau konfigurasi kalian apakah mikrotik kalian sudah terhubung oleh internet?

Inilah 2 cara untuk hubungkan mikrotik dengan internet, cukup mudah bukan? jika kalian masih bingung atau masih belum terlalu paham kalian bisa berkomentar di kolom komentar dibawah ini.

Jika ada pertanyaan atau saran, kritik, ataupun itu masukan kalian bisa lewat atau ketikan itu semua di kolom komentar atau kontak page diblog ini.

Sekian Terimakasih.


Informasi dari admin Blog Catatan Shand

Hai, Terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel di blog ini, semoga artikel diblog ini dapat membantu kalian.

Jika kalian menemukan kesalahan atau link rusak, silakan hubungi admin.

https://catatanshand.blogspot.com/2020/09/cara-setting-dan-menghubungkan-router-mikrotik-ke-internet.html

```

Pengantar Mikrotik

Pengantar Mikrotik

Gambar 363.YE Mikrotik


Mikrotik adalah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia. Pembentuknya diprakarsai oleh John Trully dan Arnis Riekstins. John Trully adalah seorong Amerika yang berimigrasi ke Latvia. Di Latvia ia berjumpa dengan Arnis seorang sarjana Fisika dan Mekanik sekitar tahun 1995.

John dan Arnis mulai me-routing dunia pada tahun 1996, misi MikroTik sendiri yaitu me-routing seluruh dunia. Mulai dengan sistem Linux dan MS-DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless-LAN (WLAN) Aeronet berkecepatan 2 Mbps di Moldova, negara tetangga Latvia, baru kemudian melayani lima pelanggannya di Latvia.

Prinsip dasar mereka bukan membuat Wireless ISP (W-ISP), tetapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan diseluruh dunia. Latvia hanya merupakan ternpat eksperimen John dan Arnis, karena saat ini mereka sudah membantu negara-negara lain termasuk Srilanka yang melayani sekitar 400 pengguna.

Linux yang pertama kali digunakan adalah Kernel 2.2 yang dikembangkan secara bersama-sama dengan bantuan 5-15 orang staff Research and Development (R&D) MikroTik yang sekarang menguasai dunia routing di negara-negara berkembang. Menurut Arnis, selain staf di lingkungan MikroTik, mereka juga merekrut tenega-tenaga lepas dan pihak ketiga yang dengan intensif mengembangkan MikroTlk secara marathon.

Router Mikrotik didesain dengan system modular, sehingga dimungkinkan untuk menarnbah interface wireless sesuai dengan kebutuhan, hingga sebanyak jumlah slot minipci yang tersedia. Processor dan memori yang tersedia sebanding dengan kemampuan routerboard untuk mengalirkan koneksi data, baik sesuai dengan bps (bit per second) maupun pps (packet per second) nya.


Jenis jenis Mikrotik

1. Mikrotik RouterOSTM

Adalah versi MikroTik dalam bentuk perangkat lunak yang dapat diinstal pada Personal Computer (PC) melalui CD. File yang dibutuhkan dapat diunduh dalam bentuk file image MikroTik RouterOS dari website resmi MikroTik.www.mikrotik.com.

Namun, file image ini merupakan versi trial MikroTik yang hanya dapat dalam waktu 24 jam saja. Untuk dapatmenggunakannya secara full time, harus membeli lisensi key dengan catatan satu lisensi hanya untuk satu harddisk.

2. Build in Hardware Mikrotik

Merupakan MikroTlk dalam bentuk perangkat keras yang khusus dikemas dalam board router, atau sering disebut routerBoard, yang di dalamnya sudah terinstal sistem operasi MikroTik RouterOS. Untuk versi ini, lisensi sudah termasuk dalam board MkroTik.

Pada Router board ini penguna langsung dapat memakainya, tanpa harus melakukan insatalasi sistem operasi. Router Board ini dikemas dalam beberapa bentuk dan kelengkapannya sendiri sendiri. Ada yang difungsikan sebagai Indoor Router, Outdoor Router maupun ada yang dilengkapi dengan wireless route.


Fitur fitur Mikrotik

1. Address List: Merupakan kumpulan kelompok IP Address yang berdasarkan nama

2. Bridge: fungsi bridge spinning tree dan multiple bridge interface

3. Data Rate Management: QoS berbasis HTB

4. Asynchronous: PPP dial-in / dial-out

5. Bonding: penggabungan ethernet

6. DHCP: DHCP server, relay, client

7. NTP: sinkronisasi waktu

8. Point to Point Tunneling Protocol

9. Proxy: FTP, HTTP, HTTPS

10. Routing: RIP, OSPF, BGP

11. SDSL

12. Simple Tunnel

13. SNMP

14. Firewall dan NAT

15. Hotspot

16. IPSec

17. M3P

18. ISDN

19. MNDP

20. Tool

21. VLAN

22. WinBox


Mikrotik juga dapat di install pada harddisk, namun lebih disarankan menggunakan DOM (Disk on Module), dikarenakan Mikrotik Routeros mengikat pada harddisk, sehingga jika terdapat kerusakan pada harddisk maka kita membutuhkan lisensi yang baru untuk menginstall pada harddisk yang baru.

DOM (Disk On Module) memiliki daya tahan yang jauh lebih baik dibanding dengan harddisk. Kalaupun terjadi kerusakan pada DOM selama 1 tahun, Mikrotik Indonesia akan mengganti DOM yang baru berikut dengan lisensinya.


Di Mikrotik ada yang namanya sertifikasi atau tingkatan level keahlian seorang, kenaikan level sertifikasi dapat dirasakan seseorang apabila ia lulus ujian yang diadakan oleh trainernya.

Untuk menjadi trainer (pengajar dan pembuka ujian/exam) juga melalui beberapa tahap ujian. Di buku ini kita akan membahas sertifikasi atau level pertama yaitu MTCNA.

Sumber :
Mr. MikroTik
Joe Renaldy Farisyihab

```

Mikrotik

Mikrotik

Sejarah Mikrotik

Mikrotik dibuat oleh MikroTikls sebuah perusahaan di kota Riga, Latvia. Latvia adalah sebuah negara yang merupakan “pecahan” dari negara Uni Soviet dulunya atau Rusia sekarang ini.

Mikrotik mulai didirikan tahun 1995 yang pada awalnya ditujukan untuk perusahaan jasa layanan Internet (PJI) atau Internet Service Provider (ISP) yang melayani pelanggannya menggunakan teknologi nirkabel atau wireless.

MikroTik adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan agar komputer menjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk IP network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP, provider hotspot, & warnet.

Saat ini MikroTikls memberikan layanan kepada banyak ISP nirkabel untuk layanan akses Internet di banyak negara di dunia dan juga sangat populer di Indonesia.


Pengertian Mikrotik

Mikrotik adalah sistem operasi beserta perangkat lunak yang dipasang dalam sebuah komputer sehingga komputer yang sudah terpasang tersebut bisa dioperasikan. Adapun komputer yang sudah terhubung dengan mikrotik berperan sebagai jantung network (jaringan), pengendali, pengatur lalu lintas data. Komputer jenis ini disebut dengan Router.

Router merupakan media penghubung dan pengatur antara dua buah jaringan atau lebih yang berguna dalam meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Mikrotik merupakan sistem operasi Linux base yang digunakan untuk network router. Mikrotik didesain untuk memberi kemudahan bagi para penggunanya.

Sistem administrasinya bisa diterapkan dengan menggunakan Windows Application (Winbox). Selain itu, proses instalasi juga bisa dilakukan dengan menggunakan Standard Computer. Dengan demikian mikrotik bisa diartikan sebagai sistem operasi router yang digunakan untuk menjalankan dan mengatur segala aktivitas network (jaringan) secara menyeluruh.

Router mikrotik bisa digunakan pada jaringan komputer berskala besar maupun kecil yang tentunya harus disesuaikan dengan resources daripada komputer itu sendiri.

Jika mikrotik digunakan untuk mengatur network kecil, maka penggunaan perangkat komputernya bisa biasa-biasa saja atau standar, namun untuk skala besar maka harus menggunakan komputer yang memiliki spesifikasi tinggi.

Mikrotik meliputi beragam fitur yang diciptakan untuk jaringan wireless dan IP network. Sistem ini cocok digunakan oleh ISP, provider hotspot dan warnet. Jadi, mikrotik benar-benar membantu para penggunanya.


Fungsi Mikrotik

  • Untuk memblokir situs-situs yang mengandung konten terlarang
  • Pengaturan dan konfigurasi LAN
  • Pengaturan jaringan terpusat
  • Billing hotspot
  • Pembuatan PPPoE Server
  • Memisahkan bandwidth internasional dan lokal

Fungsi Router:

Router merupakan penghubung antar jaringan untuk meneruskan data.


Jenis-jenis Mikrotik

RouterOS → Sistem operasi berbasis UNIX untuk router

RouterBoard → Perangkat keras jaringan Mikrotik

Built-in Hardware → Router siap pakai dengan RouterOS


Fitur Mikrotik

Address List, DHCP, Firewall, NAT, Hotspot, Routing, VLAN, VPN, Proxy, Monitoring, SNMP, Tools, Winbox, dan masih banyak lagi.


Manfaat Mikrotik

  • Internet Gateway
  • Access Point
  • Routing jaringan

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:

  • Lebih hemat biaya
  • Hemat listrik
  • Mudah digunakan

Kekurangan:

  • Hardware terbatas
  • Kurang optimal untuk proxy besar
  • Tidak bisa upgrade hardware

Cara Mencegah Router Diretas

  1. Rutin mengganti password WiFi
  2. Cek pengguna WiFi
  3. Gunakan aplikasi monitoring

Sumber

https://salamadian.com/pengertian-mikrotik/
http://salmantkj48.blogspot.com/
https://qwords.com/
https://blog.dimensidata.com/
https://www.liputan6.com/
https://www.dosenpendidikan.co.id/
https://ilmukomputer.org/
https://raharja.ac.id/

```

Konsep Dasar MikroTik dan MikroTik hAP Lite RB941-2nD

Konsep Dasar MikroTik dan MikroTik hAP Lite RB941-2nD


Gambar MikroTik hAP Lite RB941-2nD


I. Konsep Dasar MikroTik

Secara konsep, MikroTik adalah sistem router berbasis software (RouterOS) yang berjalan pada hardware routerboard. Fungsi utamanya adalah mengatur lalu lintas data jaringan.

Prinsip Kerja Dasar

Alur kerja router MikroTik secara sederhana:

Router akan:

  • Menerima paket data
  • Memeriksa alamat tujuan
  • Mengatur jalur routing
  • Mengamankan jaringan
  • Mendistribusikan koneksi

II. Spesifikasi MikroTik hAP lite (RB941-2nD)


Perangkat diatas adalah MikroTik hAP lite dengan kode RB941-2nD. Perangkat ini merupakan router kecil (home access point) yang biasanya digunakan untuk:

  • Router jaringan kecil
  • Access Point WiFi
  • DHCP Server
  • Firewall
  • NAT internet sharing

Perangkat ini menjalankan RouterOS, yaitu sistem operasi jaringan milik MikroTik.

Berikut spesifikasi utama:

KomponenSpesifikasi
ModelRB941-2nD
Nama ProdukhAP lite
CPUQCA9533 650 MHz
RAM32 MB
Storage16 MB Flash
Port LAN4 Port Ethernet 10/100
Wireless2.4 GHz 802.11 b/g/n
AntenaBuilt-in
Sistem OperasiRouterOS
PowerMicro USB 5V

Perangkat ini cocok untuk:

  • Laboratorium jaringan sekolah
  • Hotspot kecil
  • Router rumah
  • Praktikum Mikrotik

III. Fungsi Konektor / Port MikroTik hAP lite

3.1 Port Ethernet

Jumlah 4 port Ethernet dengan fungsi:

PortFungsi
Ether1WAN (Internet)
Ether2LAN
Ether3LAN
Ether4LAN

Ether1 digunakan untuk:

  • Modem
  • ISP
  • Router utama

Ether2 – Ether4 digunakan untuk:

  • PC
  • Laptop
  • Switch
  • Access Point tambahan

Semua port menggunakan kecepatan 10/100 Mbps.

3.2 Wireless

  • 2.4 GHz
  • 802.11 b/g/n
  • Untuk laptop, smartphone, tablet, IoT

3.3 Port Power



  • Micro USB 5V
  • Arus sekitar 0.7A
  • Charger HP / power bank / USB

3.4 Tombol Reset

  • Mengembalikan ke factory default
  • Tekan reset saat nyala ±10 detik

IV. Fungsi Utama MikroTik

Routing

Menghubungkan dua jaringan berbeda.

NAT

Satu IP digunakan banyak komputer.

DHCP Server

  • 192.168.10.2
  • 192.168.10.3
  • 192.168.10.4

Firewall

Mengamankan jaringan dari hacker dan serangan.

Hotspot

Digunakan untuk WiFi sekolah, cafe, kampus.


V. Contoh Topologi Sederhana

Internet → Router MikroTik → Jaringan LAN


Catatan SMK TJKT

  • Konfigurasi DHCP Server
  • Konfigurasi Hotspot
  • Konfigurasi Firewall
  • Konfigurasi Bridge
  • Konfigurasi Access Point
```

Kamis, 09 April 2026

Artikel Kelompok 3

 

Jaringan Wireless, Point-to-Point (PtP) dan Point-to-Multipoint (PtMP)

Gambar 426 Jaringan Wireless


1. Konsep Dasar Jaringan Wireless

Jaringan wireless adalah jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai media penghantar data, bukan kabel. Dengan wireless, perangkat dapat terhubung tanpa perlu menarik kabel fisik.

1.1 Karakteristik Jaringan Wireless

  • Tidak menggunakan kabel (menggunakan frekuensi radio 2.4 GHz, 5 GHz, 6 GHz, dsb.)
  • Instalasi lebih cepat dan fleksibel.
  • Mobilitas tinggi, pengguna bisa bergerak tetap terhubung.
  • Jangkauan bervariasi, dari jarak beberapa meter (WiFi indoor) sampai puluhan kilometer (Wireless Outdoor).

1.2 Komponen Utama

  1. Access Point (AP) – memancarkan dan menerima sinyal.
  2. Wireless Client – perangkat pengguna (laptop, HP, station/receiver).
  3. Antena – omnidirectional atau directional.
  4. Wireless Controller (opsional) – mengatur banyak AP.
  5.  Repeater/Bridge – memperluas jangkauan

1.3 Frekuensi Umum

  • 2.4 GHz → jauh namun rawan interferensi.
  • 5 GHz → lebih cepat, lebih bersih, jarak lebih pendek.
  • 6 GHz (WiFi 6E) → sangat cepat, jarak sedang.

 

2. Jaringan Wireless Point-to-Point (PtP)

Point-to-Point adalah koneksi wireless antara dua titik, biasanya untuk:

  • Menghubungkan dua gedung
  • Backbone antar tower
  • Mengarahkan data ke lokasi jarak jauh

2.1 Ciri-Ciri PtP

  • Hanya 2 perangkat: satu sebagai AP/Host, satu sebagai Station/Client.
  • Menggunakan antena directional (mis. dish, panel, grid).
  • Kecepatan stabil karena koneksi fokus.
  • Sangat cocok untuk jarak 500 meter hingga 50 km.

2.2 Cara Kerja PtP (Flow)

  • Titik A memancarkan sinyal ke arah titik B.
  • Titik B mengarah tepat ke titik A.
  • Keduanya membuat jembatan wireless (wireless bridge).
  • Lalu lintas jaringan berjalan seperti kabel LAN yang panjang.

2.3 Kelebihan PtP

  • Stabil dan cepat
  • Noise/interferensi kecil
  • Bisa menjangkau jarak jauh

2.4 Kekurangan PtP

  • Hanya menghubungkan 1 ke 1
  • Butuh Line of Sight (LOS) yang bersih

 

3. Jaringan Wireless Point-to-Multipoint (PtMP)

Point-to-Multipoint adalah koneksi satu titik pusat ke beberapa titik sekaligus.

Mirip menara BTS yang melayani banyak perangkat.

3.1 Ciri-Ciri PtMP

  • Ada 1 Access Point (AP) sebagai pusat.
  • Banyak Station/Client yang terhubung (2, 5, atau puluhan).
  • Menggunakan Antena

Antena Omnidirectional (360°)
Sectoral Antenna (mis. 90°, 120°)

  •  Digunakan untuk:

  • Desa internet
  • Pemancar internet ke RW/RT
  • Kampus / sekolah / kantor skala besar
  • CCTV di banyak titik

 

3.2 Cara Kerja PtMP

  • AP memancarkan sinyal dengan pola tertentu (omni/sector).
  • Banyak client menangkap sinyal dari AP.
  • Masing-masing client mendapatkan bandwidth sesuai manajemen AP.
  • Semua client berbagi satu kanal frekuensi.

 

3.3 Kelebihan PtMP

  • Satu AP bisa melayani banyak klien sekaligus.
  • Efisien untuk jaringan komunitas atau kampus.
  • Fleksibel dalam penambahan client.

 

3.4 Kekurangan PtMP

  • Shared bandwidth (kecepatan dibagi).
  • Rentan interferensi jika banyak client.
  • Membutuhkan manajemen frekuensi yang baik.

 

4. Ringkasan Perbedaan PtP dan PtMP

AspekPoint-to-PointPoint-to-Multipoint
Jumlah perangkat
2 titik
1 pusat ke banyak titik
Antena
Directional
Omni / Sector
Stabilitas
Sangat stabil
Dipengaruhi banyak user
Jarak
Jauh (hingga puluhan km)
Sedang (1–10 km)
Kecepatan
Dedicated
Dibagi
Contoh penggunaan
Gedung A ⇆ Gedung B
Tower pusat → banyak rumah

 Konsep Dasar VLSM ( Variable Length Subnet Mask )

Gambar 425 VLSM 

1. Pengertian VLSM

  • VLSM (Variable Length Subnet Mask) adalah teknik subnetting di mana satu jaringan IP dibagi-bagi menjadi subnet dengan ukuran berbeda sesuai kebutuhan host.

  • Tidak semua subnet harus memiliki jumlah host yang sama, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan nyata (efisien dalam penggunaan IP Address).

  • VLSM merupakan pengembangan dari FLSM (Fixed Length Subnet Mask), di mana setiap subnet memiliki ukuran sama.


2. Kenapa VLSM Dibutuhkan?

  • Jika kita menggunakan FLSM, sering terjadi pemborosan IP Address, karena setiap subnet diberikan jumlah host yang sama, meski tidak diperlukan.

  • Dengan VLSM, kita bisa membagi subnet dengan lebih fleksibel:

    • Subnet besar → untuk banyak host.

    • Subnet kecil → untuk sedikit host.


3. Prinsip Dasar VLSM

  1. Hitung kebutuhan host tiap subnet (misalnya LAN A butuh 50 host, LAN B butuh 20 host, LAN C butuh 5 host).

  2. Urutkan kebutuhan dari terbesar ke terkecil.

  3. Ambil blok IP dan subnetkan sesuai kebutuhan terbesar terlebih dahulu.

  4. Subnetkan lagi sisanya untuk kebutuhan yang lebih kecil.

  5. Pastikan tidak ada tumpang tindih alamat (overlap).


4. Contoh Kasus VLSM

Misalnya kita punya Network: 192.168.10.0/24 dan kebutuhan:

  • Subnet A = 100 host
  • Subnet B = 50 host
  • Subnet C = 25 host
  • Subnet D = 10 host

    Solusi dengan VLSM:

    • Subnet A (100 host) → butuh /25 (128 alamat, 126 host) → 192.168.10.0/25
    • Subnet B (  50 host) → butuh /26 (  64 alamat,   62 host) → 192.168.10.128/26
    • Subnet C (  25 host) → butuh /27 (  32 alamat,   30 host) → 192.168.10.192/27
    • Subnet D (  10 host) → butuh /28 (  16 alamat,   14 host) → 192.168.10.224/28

      Semua kebutuhan host terpenuhi tanpa boros IP.

       

      5. Kelebihan VLSM

      • Efisien dalam penggunaan IP Address.
      • Fleksibel untuk berbagai ukuran subnet.
      • Cocok untuk jaringan besar dengan banyak subnet berbeda.

       

        6. Kekurangan VLSM

        • Perhitungannya lebih rumit dibanding FLSM.
        • Perlu dokumentasi yang baik agar tidak terjadi overlap.
        • Hanya bisa digunakan pada routing yang mendukung classless addressing (CIDR).


        Diagram Visual — Alur Perhitungan VLSM

        Contoh praktis: kita punya network 192.168.10.0/24 (256 alamat). Tujuan: alokasikan subnet berbeda-beda sesuai kebutuhan host (besar → kecil) tanpa overlaping.


        Langkah singkat (algoritma)

        1. Hitung kebutuhan host tiap subnet (mis. A:100, B:50, C:25, D:10).
        2. Urutkan kebutuhan dari terbesar ke terkecil.
        3. Ambil blok terbesar yang tersedia dan alokasikan subnet dengan prefix terkecil yang masih memenuhi kebutuhan (mis. butuh ≥100 → pilih /25 karena /25 punya 126 host usable).
        4. Dari sisa blok yang belum terpakai, ulangi langkah 3 untuk kebutuhan berikutnya.
        5. Periksa kembali tidak ada overlap dan dokumentasikan tiap subnet.


        Diagram pembagian (tree) — step-by-step

        192.168.10.0/24  (0 - 255) — total 256 alamat
        ├─ 192.168.10.0/25      (0  - 127)   -> Alokasikan untuk Subnet A (butuh 100 host)
        └─ 192.168.10.128/25    (128 - 255)   -- sisanya, kita subdivide lagi
           ├─ 192.168.10.128/26 (128 - 191)   -> Alokasikan untuk Subnet B (butuh 50 host)
           └─ 192.168.10.192/26 (192 - 255)   -- subdivide lagi
              ├─ 192.168.10.192/27 (192 - 223) -> Alokasikan untuk Subnet C (butuh 25 host)
              └─ 192.168.10.224/27 (224 - 255) -- subdivide lagi
                 ├─ 192.168.10.224/28 (224 - 239) -> Alokasikan untuk Subnet D (butuh 10 host)
                 └─ 192.168.10.240/28 (240 - 255) -> Sisa (cadangan)

        Catatan: setiap kali kita membagi sebuah blok, batasnya harus mengikuti ukuran blok biner (jumlah alamat yang merupakan pangkat dua).

         

        Tabel hasil alokasi (ringkas)


        SubnetPrefixNetworkUsable RangeBroadcastTotal AddrUsable Hosts
        Subnet A/25192.168.10.0192.168.10.1 - 192.168.10.126192.168.10.127128126
        Subnet B/26192.168.10.128192.168.10.129 - 192.168.10.190192.168.10.19164  62
        Subnet C/27192.168.10.192192.168.10.193 - 192.168.10.222192.168.10.22332   30
        Subnet D/28192.168.10.224192.168.10.225 - 192.168.10.238192.168.10.23916          14


        Penjelasan singkat tiap langkah pada contoh

        • /25 membagi /24 menjadi dua blok (0-127 dan 128-255). /25 memberi 128 alamat (126 usable) — cocok untuk kebutuhan ~100 host.
        • /26 membagi satu /25 menjadi dua /26 (masing-masing 64 alamat, 62 usable) — cocok untuk 50 host.
        • /27 memberi 32 alamat (30 usable) — cocok untuk 25 host.
        • /28 memberi 16 alamat (14 usable) — cocok untuk 10 host.


          Tips praktis & checklist

          • Urutkan kebutuhan dari terbesar → terkecil agar menghindari fragmentasi yang menyebabkan tidak tersedianya blok besar.
          • Gunakan kalkulator subnet (atau spreadsheet) untuk menghindari kesalahan perhitungan.
          • Dokumentasikan setiap alokasi: network, prefix, gateway (biasanya .1), range DHCP, purpose.
          • Periksa overlap: semua network harus non-overlapping.
          • Simpan cadangan: sisakan beberapa blok kecil untuk pertumbuhan mendadak.
          • Router dan perangkat harus mendukung CIDR / classless routing agar VLSM berfungsi (sebagian besar perangkat modern sudah mendukung).


            Checklist validasi akhir sebelum deploy

            • Semua kebutuhan host terpenuhi
            • Tidak ada alamat yang overlap
            • Gateway dan DHCP terdefinisi untuk tiap subnet
            • Dokumentasi siap (tabel + diagram)
            • Cadangan alamat tersedia untuk pertumbuhan


             Pengertian HTB dalam Komunikasi Serat Optik

            Gambar 406. HTB atau Hybrid Transmission Box


            Dalam konteks komunikasi serat optik, HTB biasanya merujuk pada Hybrid Transmission Box. Ini adalah perangkat atau sistem yang digunakan untuk menggabungkan atau mengelola berbagai jenis sinyal dalam sistem transmisi serat optik. Berikut adalah beberapa penjelasan terkait:


            Fungsi HTB dalam Komunikasi Serat Optik

            1. Konversi Sinyal

            HTB sering digunakan untuk mengonversi sinyal listrik (dari kabel tembaga) menjadi sinyal optik (untuk ditransmisikan melalui serat optik), atau sebaliknya.

            2. Penggabungan dan Distribusi Sinyal

            HTB dapat menggabungkan beberapa jenis sinyal (seperti data, suara, atau video) ke dalam satu jalur transmisi serat optik, sehingga memanfaatkan kapasitas serat secara lebih efisien.

            3. Interkoneksi Antar Jaringan:

            HTB memungkinkan integrasi antara jaringan kabel konvensional (misalnya Ethernet) dengan jaringan berbasis serat optik.

            4. Konverter Media:

            HTB sering digunakan sebagai konverter media dalam sistem FTTH (Fiber to the Home) atau jaringan optik lainnya.

            5. Contoh Penggunaan HTB:

            • Jaringan FTTH (Fiber to the Home): 

            HTB digunakan di sisi pelanggan untuk menghubungkan perangkat rumah (seperti komputer atau router) dengan jaringan serat optik.

            • Infrastruktur Jaringan Kampus atau Perkantoran:

            HTB membantu mentransmisikan data dalam jarak jauh melalui serat optik, dengan titik penghubung yang mudah antara jaringan optik dan perangkat berbasis kabel tembaga.


            Konsep Dasar Media Converter HTB dengan Port RJ-45 dan Port Fiber Optic

              1. Apa itu Media Converter HTB?

            Media Converter HTB adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk mengubah atau mengonversi sinyal dari kabel tembaga (Ethernet UTP, RJ-45) ke kabel serat optik (Fiber Optic, SFP atau SC/LC connector) dan sebaliknya. Perangkat ini memungkinkan integrasi jaringan berbasis tembaga dan serat optik, sehingga transmisi data dapat dilakukan lebih jauh dengan kecepatan yang tinggi.
            Media Converter HTB sering digunakan dalam jaringan Metropolitan Area Network (MAN), kampus, perkantoran, serta jaringan Fiber to the Home (FTTH).
             

             2. Struktur dan Komponen Media Converter HTB

            Media Converter HTB biasanya memiliki dua port utama:
            §  Port RJ-45 (Ethernet UTP) 
            → Untuk koneksi ke perangkat jaringan berbasis tembaga seperti switch, router, atau komputer. 
            → Mendukung standar 10/100/1000 Mbps (Fast Ethernet atau Gigabit Ethernet). 
            §  Port Fiber Optic (SC/LC atau SFP Slot) 
            → Untuk koneksi ke jaringan serat optik, mendukung single-mode atau multi-mode fiber. 
            → Dapat mentransmisikan data hingga 20 km atau lebih, tergantung jenis fiber opticnya. 
            Beberapa model juga memiliki fitur seperti Auto MDI/MDIX, yang memungkinkan penggunaan kabel straight atau crossover tanpa konfigurasi tambahan.
             

             3. Cara Kerja Media Converter HTB

             3.1 Konversi Sinyal Elektrik ke Optik 

            §  Data dari perangkat jaringan (misalnya, switch atau komputer) masuk melalui port RJ-45 sebagai sinyal listrik.
            §  Media converter mengubah sinyal listrik tersebut menjadi sinyal optik untuk ditransmisikan melalui kabel fiber optic.

            3.2  Transmisi Melalui Kabel Serat Optik 

               §  Sinyal optik yang dikonversi dikirim melalui serat optik ke perangkat tujuan, seperti switch atau media converter lainnya.

              §  Serat optik memungkinkan transmisi data jarak jauh dengan latensi rendah dan interferensi minimal.

            3.3. Konversi Sinyal Optik ke Elektrik 

            §  Perangkat penerima (misalnya, media converter lain) akan mengubah kembali sinyal optik menjadi sinyal listrik. 
            §  Sinyal listrik kemudian dikirim ke perangkat jaringan lainnya melalui kabel UTP.

            Dengan cara ini, media converter HTB memungkinkan perangkat berbasis Ethernet UTP berkomunikasi melalui jaringan fiber optic tanpa perlu mengganti infrastruktur jaringan yang ada.


             4. Jenis Media Converter HTB

            4.1. HTB-3100 Series 
            §  Model standar dengan port 10/100 Mbps RJ-45 dan port fiber optic SC. 
            §  Cocok untuk jaringan fiber optik jarak menengah (hingga 20 km). 

            4.2. HTB-4100 Series (Gigabit) 
            §  Mendukung kecepatan 10/100/1000 Mbps untuk koneksi Ethernet. 
            §  Digunakan dalam jaringan backbone dengan bandwidth tinggi. 

            4.3. HTB dengan SFP Slot 
            §  Memungkinkan penggunaan modul SFP (Small Form-factor Pluggable) yang bisa diganti sesuai kebutuhan jaringan. 
            §  Lebih fleksibel dibanding model fixed port fiber SC/LC.

             

             5. Keuntungan Menggunakan Media Converter HTB

                5.1 Memperpanjang Jangkauan Jaringan 

            §  Ethernet UTP biasanya hanya mencapai 100 meter, sedangkan dengan fiber optic bisa mencapai 20 km atau lebih.

              5.2 Meningkatkan Keamanan dan Keandalan 

            §  Serat optik tidak terpengaruh oleh interferensi elektromagnetik (EMI), sehingga lebih stabil dibanding kabel tembaga. 

              5.3 Mengurangi Biaya Infrastruktur 

            §  Tidak perlu mengganti seluruh perangkat jaringan ke fiber optic, cukup menggunakan media converter untuk transisi bertahap. 

              5.4 Kompatibel dengan Berbagai Perangkat 

            §  Bisa digunakan dengan switch, router, firewall, atau perangkat jaringan lainnya tanpa perlu perubahan besar dalam konfigurasi. 

             

             6. Contoh Penggunaan Media Converter HTB

            6.1 Jaringan Kampus atau Perkantoran 
            §  Digunakan untuk menghubungkan dua gedung dengan kabel fiber optic sambil tetap menggunakan jaringan Ethernet UTP di dalam gedung. 
            6.2 Jaringan FTTH (Fiber to the Home) 
            §  ISP menggunakan media converter untuk menghubungkan serat optik dari OLT (Optical Line Terminal) ke perangkat pelanggan. 
            6.3   Jaringan CCTV Jarak Jauh 
            §  Digunakan untuk menghubungkan kamera CCTV berbasis IP ke pusat kontrol melalui jaringan fiber optic. 

            Kesimpulan

            Media Converter HTB adalah solusi praktis untuk mengintegrasikan jaringan Ethernet berbasis kabel tembaga dengan jaringan serat optik. Dengan teknologi ini, jaringan dapat diperluas tanpa harus mengganti seluruh infrastruktur yang sudah ada, sehingga lebih hemat biaya dan lebih fleksibel dalam pengelolaan jaringan.


              Prinsip Dasar Sistem Networking Service


            Gambar 391. Sistem Networking Service
            Prinsip dasar sistem networking service melibatkan berbagai konsep dan teknologi yang memungkinkan perangkat komputer dan perangkat lain untuk saling berkomunikasi dan berbagi sumber daya. Berikut adalah beberapa prinsip dasar dalam sistem jaringan layanan (networking service):

            1. Layered Architecture:

            §  Model OSI (Open Systems Interconnection): Model OSI adalah model referensi untuk bagaimana aplikasi dapat berkomunikasi melalui jaringan. Terdiri dari tujuh lapisan: Physical, Data Link, Network, Transport, Session, Presentation, dan Application.

            §  Model TCP/IP: Model ini lebih praktis dan terdiri dari empat lapisan: Link, Internet, Transport, dan Application.

            2. Addressing:

            §  IP Addressing: Setiap perangkat yang terhubung ke jaringan memiliki alamat IP unik yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengarahkan paket data.

            §  MAC Addressing: Alamat fisik yang ditetapkan pada kartu jaringan perangkat, digunakan untuk komunikasi pada lapisan Data Link.

            3. Routing and Switching:

            §  Routing: Proses pengiriman paket data dari satu jaringan ke jaringan lain. Router adalah perangkat yang digunakan untuk menentukan jalur terbaik bagi paket data.

            § Switching: Proses pengiriman paket data di dalam jaringan lokal. Switch adalah perangkat yang menghubungkan berbagai perangkat dalam satu jaringan.

            4. Protocols:

            §  Transmission Control Protocol (TCP): Menyediakan koneksi yang andal dan memastikan data dikirim secara urut dan tanpa kesalahan.

            §  User Datagram Protocol (UDP): Menyediakan koneksi yang tidak andal, digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan kecepatan lebih tinggi dan toleransi terhadap kehilangan data.

            §  HyperText Transfer Protocol (HTTP/HTTPS): Digunakan untuk mengakses dan mentransfer halaman web.

            §  Simple Mail Transfer Protocol (SMTP): Digunakan untuk mengirim email.

            5. Network Security:

            §  Firewall: Perangkat atau perangkat lunak yang digunakan untuk mengontrol dan mengamankan lalu lintas jaringan berdasarkan aturan keamanan.

            §  Encryption: Proses mengamankan data dengan mengubahnya menjadi format yang tidak bisa dibaca tanpa kunci dekripsi yang benar.

            §  Virtual Private Network (VPN): Mengamankan koneksi jaringan dengan membuat jalur komunikasi yang terenkripsi antara dua titik.

            6. Network Services:

            § Domain Name System (DNS): Sistem yang menerjemahkan nama domain (misalnya, www.example.com) menjadi alamat IP.

            § Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP): Protokol yang secara otomatis memberikan alamat IP kepada perangkat di jaringan.

            7. Bandwidth and Throughput:

            §  Bandwidth: Kapasitas maksimum jaringan untuk mentransfer data dalam satu waktu.

            §  Throughput: Jumlah data yang benar-benar berhasil ditransfer dalam periode waktu tertentu.

            8. Quality of Service (QoS):

            §  Teknik untuk mengelola dan memastikan kinerja yang dapat diprediksi dari layanan jaringan dengan prioritas tertentu, misalnya, memberikan prioritas lebih tinggi pada lalu lintas suara atau video dibandingkan dengan lalu lintas data lainnya.

            Prinsip-prinsip ini bersama-sama membentuk dasar bagaimana jaringan layanan bekerja dan memberikan fondasi untuk desain, implementasi, dan manajemen jaringan yang efektif dan efisien.


             Penghitungan Subnetting

            Gambar 348. Subnetting


            Setelah anda membaca artikel Konsep Subnetting, Siapa Takut? dan memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. 


            Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.


            Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. 


            Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). 


            Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT. Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:


                   
             Subnet MaskNilai CIDR Subnet MaskNilai CIDR 
             255.128.0.0/9 255.255.240.0/20 
             255.192.0.0/10 255.255.248.0/21 
             255.224.0.0/11 255.255.252.0/22 
             255.240.0.0/12 255.255.254.0/23 
             255.248.0.0/13 255.255.255.0/24 
             255.252.0.0/14 255.255.255.128/25 
             255.254.0.0/15 255.255.255.192/26 
             255.255.0.0/16 255.255.255.224/27 
             255.255.128.0/17 255.255.255.240/28 
             255.255.192.0/18 255.255.255.248/29 
             255.255.224.0/19 255.255.255.252/30 
                   

            SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C

            Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?


            Analisa: 
            192.168.1.0 berarti kelas C dengan 
            Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

            Penghitungan: 
            Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:

            1. Jumlah Subnet = 2^x (Dua pangkat x), 
            dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask 
            (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). 
            Jadi Jumlah Subnet adalah 2^2 = 4 subnet

            2. Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2, 
            dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. 
            Jadi jumlah host per subnet adalah 2^6 – 2 = 62 host

            3. Blok Subnet = 256 – 192
            (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64.
            Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192.
            Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.

            4. Alamat host dan broadcast yang valid ? 
            Kita langsung buat tabelnya. 

            Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.


                   
             
            Subnet
            192.168.1.0
            192.168.1.64
            192.168.1.128
            192.168.1.192
             
             
            Host Pertama
            192.168.1.1
            192.168.1.65
            192.168.1.129
            192.168.1.193
             
             
            Host Terakhir
            192.168.1.62
            192.168.1.126
            192.168.1.190
            192.168.1.254
             
             
            Broadcast
            192.168.1.63
            192.168.1.127
            192.168.1.191
            192.168.1.255
             
                   
                   

            Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.


                
             Subnet MaskNilai CIDR 
             255.255.255.128/25 
             255.255.255.192/26 
             255.255.255.224/27 
             255.255.255.240/28 
             255.255.255.248/29 
             255.255.255.252/30 
                



            SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B

            Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. 

            Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. 

            Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang dimainkan berdasarkan blok subnetnya. 

            CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang dimainkan di oktet keempat. 

            Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita mainkan di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.


                   
             Subnet MaskNilai CIDR Subnet MaskNilai CIDR 
             255.255.128.0/17 255.255.255.128/25 
             255.255.192.0/18 255.255.255.192/26 
             255.255.224.0/19 255.255.255.224/27 
             255.255.240.0/20 


            Artikel Terkait
            Penjelasan Tentang Hubungan IP Address, Subnetmask, Default Gateway dan DNS Server


             Langkah-Langkah Instalasi Peer To Peer

            Gambar 322. Instalasi Kabel UTP Topologi Peer To Peer


            1. Klik Start. Ketikkan “Control Panel” lalu pilih.
            2. Pada tampilan Control panel Pilih “Network and Internet”, lalu klik Network and Sharing Center.
            3. Pilih Network and Sharing Center.
            4. Pilih Change Adapter Setting, klik kanan pada Local Area Connection.
            5. Pilih tab properties.
            6. Klik”Internet Protocol Version 4(TCP/IPv4)”.
            7. Setelah muncul tampilan seperti dibawah ini, kemudian isi IP di Laptop 1 (192.168.30.2).






            8. Lakukan hal yang sama pada komputer yang satunya. Setting dengan IP
            9. Setelah muncul tampilan seperti dibawah ini, kemudian isi IP di Laptop 2 (192.168.30.6).




            Untuk mengetahui bahwa jaringan terkoneksi atau tidak maka dilakukan tes koneksi ping Laptop A ke Laptop B dan sebaliknya dengan cara, pilih menu Start lalu pilih Run (Windows+R), ketik cmd.

            10. Pada laptop 1, Ketikkan IP Adress yang dimiliki laptop 2 (192.168.30.6) dan tekan Enter. 
                  Jika ada pesan Reply ke ip tujuan maka dapat dipastikan Laptop A terkoneksi dengan Laptop B.


            Ping Laptop A ke B


            11. Pada laptop 2, Ketikkan IP Adress yang dimiliki laptop 1 (192.168.30.2) dan tekan Enter. 
                  Jika ada pesan Reply ke ip tujuan maka dapat dipastikan Laptop 2 terkoneksi dengan Laptop 1.


            Ping Laptop B ke A

            Jika seluruh tahapan diatas kamu lakukan dengan benar maka kamu akan berhasil dan tidak akan menemukan kendala. Jadi, lakukan dengan teliti dan tidak perlu tergesa-gesa saat melakukan ujian praktikum agar tidak mengulang jika terjadi kesalahan. Manfaatkan waktu dengan baik maka kamu akan memperoleh hasil yang maksimal.

            Sekian pembahasan kami tentang "Tahapan Lengkap Praktikum Pengkabelan UTP Beserta Gambar". Jangan sungkan untuk bertanya melalui kolom komentar dibawah. Share bila dirasa artikel ini bermanfaat, Terimakasih.

            Sumber :

             Pembagian IP Address kelas A,B,C



            Gambar 257. IP Address A B C


            IP Address adalah nomor unik yang ada pada computer yang bisa berguna untuk menghubungkan banyak computer dalam jaringan sehingga juga dapat bertukar data maupun fasilitas yang dimiliki antar Komputer tersebut….



            Nomor ini bersifat unik karena setiap Komputer memiliki TCP/IP yang berbeda-beda .

            IP Address merupakan konsekuensi dari penerapan Internet Protocol untuk mengintegrasikan jaringan komputer Internet di dunia. Seluruh host (komputer) yang terhubung ke Internet dan ingin berkomunikasi memakai TCP/IP harus memiliki IP Address sebagai alat pengenal host pada network. 

            Secara logika, Internet merupakan suatu network besar yang terdiri dari berbagai sub network yang terintegrasi. Oleh karena itu, suatu IP Address harus bersifat unik untuk seluruh dunia. 

            Tidak boleh ada satu IP Address yang sama dipakai oleh dua host yang berbeda. Untuk itu, penggunaan IP Address di seluruh dunia dikoordinasi oleh lembaga sentral Internet yang di kenal dengan IANA – salah satunya adalah Network Information Center (NIC) yang menjadi koordinator utama di dunia

            IP address dibagi menjadi 3 kelas A, Kelas B, dan Kelas C.


            • Apa bisa dalam pemakai IP address 3 kelas (A, B, dan C) digubungkan ?
            • Jika bisa bagaimana caranya?
            • Jika tidak mengapa ? Berikut ini cara cara untuk menjawab pertanyaan berikut……

            Kelas A

            • IP address kelas A terdiri dari 8 bit untuk network ID dan 
            • Sisanya 24 bit digunakan untuk host ID, 
            • Sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. 
            • Pada bit pertama berikan angka 0 sampai dengan 127. (0-127)

            Karakteristik IP Kelas A

            • Format : 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
            • Bit Pertama : 0
            • NetworkID : 8 bit
            • HostID : 24 bit
            • Bit Pertama : 0 -127
            • Jumlah : 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan)
            • Range IP : 1.x.x.x – 126.x.x.x
            • Jumlah IP : 16.777.214
            Misalnya IP address 120.31.45.18 maka

            • Network ID = 120
            • HostID = 31.45.18
            • Untuk Subnetmask =255.0.0.0
            Jadi IP address di atas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120

            Kelas B

            • IP address kelas B terdiri dari 16 bit untuk network ID dan 
            • Sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, 
            • Sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang tidak terlalu besar. 
            • Pada 2 bit pertama berikan angka 10, sehingga bit awal IP tersebut mulai dari (128 – 191).
            Karakteristik IP Kelas B

            • Format : 10NNNNNN..NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
            • Bit Pertama : 10
            • NetworkID : 16 bit
            • HostID : 16 bit
            • Bit Pertama : 128 -191
            • Jumlah : 16.384
            • Range IP : 128.1.x.x – 191.155.x.x
            • Jumlah IP : 65.532
            • Misalnya IP address 150.70.45.18 maka
            • Network ID = 150.70
            • HostID = 60.56
            • Untuk Subnetmask =255.255.0.0
            • Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 60.56 pada jaringan 150.70

            Kelas C

            • IP address kelas C terdiri dari 24 bit untuk network ID dan 
            • Sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, 
            • Sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan untuk ukuran kecil. 
            • Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN. 
            • Biasanya ini terdapat dalam Warnet-Warnet maupun sebuah sekolah. 
            • Pada 3 bit pertama berikan angka 110 sehingga bit awal IP tersebut mulai dari (192 – 223).
            Karakteristik IP Kelas C

            • Format : 110NNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH
            • Bit Pertama : 110
            • NetworkID : 24 bit
            • HostID : 8 bit
            • Bit Pertama : 192 – 223
            • Jumlah : 16.384
            • Range IP : 192.0.0.x.x – 223.255.255.x.x
            • Jumlah IP : 254 IP
            • Misalnya IP address 192.168.1.1 maka
            • Network ID = 192.168.1
            • HostID = 1
            • Untuk Subnetmask =255.255.255.0

            Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.1. 

            =================== Suplemen =====================

            76543210
            1286432168421
            00000001Min
            000000011
            01111111Max
            06432168421127
            76543210
            1286432168421
            10000000Min
            1280000000128
            10111111Max
            128032168421191
            76543210
            1286432168421
            11000000Min
            12864000000192
            11011111Max
            128640168421223
            76543210
            1286432168421
            11100000Min
            128643200000224
            11101111Max
            128643208421239