Rabu, 25 Februari 2026

Mikrotik

Mikrotik: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Jenis, Cara Kerja, Manfaat, Kelebihan dan Kekurangan


Mikrotik adalah sebuah sistem operasi perangkat lunak yang berguna untuk menjadikan komputer sebagai router jaringan yang handal, dengan menghubungkan perangkat lebih dari satu jaringan. Sistem operasi ini dapat memberi kelancaran kegiatan administrasi jaringan komputer.

Kebutuhan akan internet menjadi hal yang sangat lumrah untuk ditemui pada kehidupan masyarakat di era teknologi digital saat ini. Banyak sekali opsi atau cara untuk membuat konfigurasi sistem operasi jaringan pada perangkat komputer. Mikrotik adalah salah satu cara untuk dapat mengembangkan paket layanan internet agar dapat digunakan dalam berbagai perangkat komputer yang tersedia.

Pada artikel kali akan membahas seputar apa itu mikrotik secara lengkap, sejarah, fungsi, jenis, cara kerja, hingga manfaatnya. Sehingga, anda memiliki pengetahuan mengenai dasar dalam pembuatan sistem operasi jaringan di tempat kerja maupun di rumah anda sendiri.

Router Mikrotik ini memiliki kemampuan routing yang dapat menghubungkan perangkat lebih dari satu jaringan serta dapat memilih jalur yang paling optimal menuju ke perangkat komputer atau perangkat lainnya. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan banyak yang memilih Mikrotik sebagai routernya.


Pengertian Mikrotik

Apa itu mikrotik? Mikrotik adalah sistem operasi yang berbasis perangkat lunak (software) yang dipergunakan untuk menjadikan komputer sebagai router sebuah jaringan. Sistem operasi (OS) tersebut juga menggunakan sistem operasi berbasis Linux dan menjadi dasar network router. OS ini sangat cocok untuk membangun administrasi jaringan komputer yang berskala kecil hingga besar.

Namun, hingga saat ini masih banyak orang yang salah memahami pengertian dari mikrotik dan router. Jika mikrotik adalah sebuah sistem operasi yang termasuk dalam golongan open source, maka router merupakan perangkat keras yang berfungsi sebagai penghubung antara dua jaringan atau lebih. Jadi, perbedaan yang paling mendasar adalah mikrotik sebagai software dan router berperan menjadi hardware.


Sejarah Mikrotik

Mikrotik sendiri merupakan nama perusahaan kecil yang berkantor di pusat negara Latvia, dan dibentuk oleh John Trully serta Arnis Riekstins. Sekitar tahun 1966, mereka berdua memulai dengan sistem operasi Linux dan MS DOS dan dikombinasikan dengan teknologi berbasis wireless (nirkabel) LAN atau WLAN Aeronet yang berkecepatan hingga 2 Mbps di Moldova.

Dan kemudian melayani sekitar lima pelanggan baru di Latvia. Seiring berjalannya waktu, prinsip dasar dari mikrotik bukan membuat wireless ISP (Internet Service Provider) lagi. Akan tetapi, dapat membuat program router yang andal dan dapat dijalankan di seluruh negara.


Fungsi Mikrotik

  1. Memberikan Sistem Otentikasi
    Fungsi mikrotik yang pertama, dipergunakan untuk membantu dalam memblokir situs yang mengandung konten yang dilarang tegas oleh undang – undang. Sehingga, program ini sangat mendukung untuk terciptanya internet positif sebagai langkah awal dalam mengurangi konten yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  2. Konfigurasi Jaringan Lokal
    Dengan menggunakan mikrotik, mampu untuk mengatur dan mengkonfigurasi LAN (Local Area Network) yang menggunakan PC Mikrotik Router OS dan hardware yang berspesifikasi lebih rendah.
  3. Untuk Pengelolaan Sistem Jaringan Internet
    Fungsi yang ketiga adalah untuk jaringan internet secara lebih terpusat sehingga, administrator dapat melakukan pengelolaan dan manajemen data dengan lebih baik lagi.
  4. Berperan sebagai Hotspot
    Fungi yang keempat, juga berperan sebagai hotspot, dimana akan sangat mudah untuk melakukan konfigurasi dan membagi bandwidth bagi setiap jaringan komputer. Selain itu, juga memiliki tugas untuk memisahkan bandwidth traffic (lalu lintas) data internasional dan lokal.
  5. Pembuatan PPPoE Server
    Dan fungsi yang terakhir yaitu, digunakan untuk perangkat dalam pembuatan sebuah PPPoE Servers.

Jenis-Jenis Mikrotik

1. Mikrotik RouterOS

Jenis yang pertama adalah mikrotik RouterOS, dimana sistem operasi yang dipakai berbasis UNIX dan memiliki kelebihan dan juga menyediakan fitur mulai dari paket router, bridge, firewall, proxy server, hotspot dan lain sebagainya. Cukup dengan menggunakan sebuah Operating System (OS) saja, anda sudah dapat dan mampu untuk membangun router sendiri.

2. RouterBoard

Jika sebelumnya, RouterOS memanfaatkan sistem operasi perangkat lunak, maka RouterBoard merupakan perangkat keras (hardware) yang dikembangkan oleh perusahaan Mikrotik. RouterBoard berukuran sangat kecil dan lebih praktis, kemudian anda juga dapat melakukan proses instalasi RouterOS pada RouterBoard yang telah terkonfigurasi dengan baik.

RouterBoard terdiri dari sebuah processor, ROM, RAM, dan flash memory. Yang mana, harga di pasaran tidak terlalu mahal. Harga dari mikrotik jenis Routerboard sendiri rata – rata sekitar 600 – 800 ribu rupiah saja untuk pembelian perangkat RouterBoard.

3. MikroTik CHR

Penggunaan CHR ini dapat mengelola jaringan tanpa harus menyediakan perangkat sendiri.

Jenis ini tidak memerlukan lisensi sehingga Anda dapat menggunakannya dengan gratis. Namun, kecepatan dari jenis ini dibatasi hanya 1MB/s per PVS.


Kelebihan MikroTik

  • Harganya lumayan terjangkau apabila dibandingkan dengan router lainnya tanpa harus mengeluarkan biaya lagi
  • Fitur beragam dari sistem ini, yaitu pengelompokan IP address, DHCP, firewall, hotspot, monitoring traffic, VLAN, VoIP, dan sebagainya
  • Sistem ini tidak membutuhkan sumber daya yang besar karena dapat bekerja dengan RAM 32MB dan ruang penyimpanan 64MB
  • Tersedia berbagai pilihan jenis, yaitu RouterOS dan RouterBOARD serta CHR pada VPS
  • Terdapat banyak protokol keamanan yang tersedia, yaitu NTP, SNMP, PPTP, dan PPoE

Kekurangan MikroTik

  • Skalabilitas dari sistem ini kurang karena hanya mampu menangani jaringan dengan skala kecil hingga sedang
  • Layanan dari customer support sistem ini lama karena perlu menunggu hingga tiga hari kerja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar