Memahami Jenis-Jenis Kabel Fiber Optik
Kabel fiber optik memiliki berbagai jenis yang dirancang untuk kebutuhan berbeda, seperti jarak transmisi, lingkungan pemasangan, hingga kapasitas jaringan. Berikut ini adalah 10 jenis kabel fiber optik lengkap disertai pengertian dan fungsinya.
1. Single-Mode Fiber (SMF)
Single-mode memiliki inti (core) sangat kecil, sekitar 8–10 µm, sehingga hanya satu jalur cahaya yang dapat bergerak di dalamnya. Kabel ini mampu mengirim data pada jarak jauh hingga puluhan kilometer tanpa kehilangan kualitas sinyal.
Digunakan untuk: backbone internet, jaringan antar kota, ISP, dan sistem telekomunikasi jarak jauh.
2. Multi-Mode Fiber (MMF)
Multi-mode memiliki core lebih besar (50–62,5 µm) sehingga cahaya dapat merambat dalam banyak mode sekaligus. Kabel ini biasanya digunakan untuk jarak pendek karena lebih murah dan mudah diinstalasi.
Digunakan untuk: LAN, jaringan gedung, kampus, dan data center jarak dekat.
3. Loose Tube Fiber Optic
Jenis ini memiliki serat optik yang ditempatkan dalam tabung longgar berisi gel atau bahan water-blocking. Perlindungan ini membuatnya sangat aman dari air, kelembapan, dan suhu ekstrem.
Cocok untuk: instalasi outdoor, pegunungan, daerah panas, atau dekat air.
4. Tight Buffered Fiber Optic
Serat optik dilapisi pelindung langsung sehingga lebih tebal dan kuat. Kabel ini fleksibel dan mudah dipasang di area dalam ruangan.
Digunakan untuk: instalasi indoor, gedung perkantoran, sekolah, dan rumah sakit.
5. Armored Fiber Optic Cable
Kabel ini memiliki lapisan baja atau metal khusus yang melindungi serat optik dari gigitan hewan, tekanan tanah, dan kerusakan mekanis. Sangat kuat dan tahan lama.
Cocok untuk: area tanah rawan rusak, lokasi industri, dan pemasangan bawah tanah.
6. Aerial Fiber Optic (ADSS)
ADSS (All-Dielectric Self-Supporting) adalah kabel yang dapat dipasang di udara menggunakan tiang tanpa kawat baja. Kabel ini ringan namun sangat kuat menghadapi angin, hujan, dan petir.
Digunakan untuk: jaringan PLN, tiang telekomunikasi, dan area bebas dari jalur tanah.
7. Duct Fiber Optic Cable
Kabel ini khusus untuk ditarik melalui ducting atau pipa bawah tanah. Biasanya memiliki pelindung ekstra agar tidak rusak saat penarikan menggunakan mesin.
Digunakan untuk: infrastruktur bawah tanah milik ISP atau pemerintah.
8. Direct Buried Cable (DBC)
Kabel DBC bisa ditanam langsung ke tanah tanpa pipa karena memiliki lapisan waterproof dan lapisan baja anti tekanan tanah.
Digunakan untuk: instalasi pedesaan, jalur panjang, dan area minim fasilitas ducting.
9. Ribbon Fiber Optic
Serat-serat optik disusun seperti pita, membuat proses penyambungan (splicing) massal sangat cepat dan efisien. Biasanya digunakan pada jaringan besar dengan kapasitas ratusan core.
Digunakan untuk: backbone kota, data center, dan jaringan operator besar.
10. Breakout Fiber Optic
Setiap serat dalam kabel ini memiliki pelindung sendiri sehingga sangat kuat dan mudah dipasang tanpa tambahan breakout kit. Cocok untuk penggunaan yang membutuhkan daya tahan tinggi.
Digunakan untuk: instalasi industri, pabrik, dan lingkungan yang banyak getaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar