| 521 | 526 | 531 | 536 |
| 522 | 527 | 532 | 537 |
| 523 | 528 | 533 | 538 |
| 524 | 529 | 534 | 539 |
| 525 | 530 | 535 | 540 |
Wildcard Mask adalah pola angka biner yang digunakan dalam jaringan komputer, terutama pada konfigurasi Access Control List (ACL) dan protokol routing, untuk menentukan bagian mana dari alamat IP yang harus dicocokkan dan bagian mana yang bisa diabaikan.
Dengan kata lain, wildcard mask berfungsi sebagai “kebalikan” dari subnet mask.
Pada subnet mask, angka 1 menandakan bagian jaringan, dan angka 0 menandakan bagian host.
Sedangkan pada wildcard mask, angka 0 menandakan bit yang harus cocok persis, dan angka 1 menandakan bit yang boleh bervariasi.
Konsep ini membuat wildcard mask sangat berguna dalam konfigurasi jaringan besar karena dapat menyederhanakan proses penyaringan lalu lintas IP.
Wildcard mask digunakan untuk:
Mengatur izin atau penolakan lalu lintas antar alamat IP dalam daftar kontrol akses (ACL).
Menentukan area jaringan (network area) dalam protokol routing seperti OSPF (Open Shortest Path First).
Menyaring data berdasarkan pola alamat IP tertentu, tanpa harus menulis setiap alamat IP satu per satu.
Mempercepat konfigurasi jaringan besar, karena administrator cukup menentukan pola IP yang diinginkan.
Contoh:
Jika kamu ingin mengizinkan seluruh jaringan 192.168.10.0 untuk mengakses server tertentu, cukup tulis:
permit 192.168.10.0 0.0.0.255
Artinya, semua IP dari 192.168.10.0 sampai 192.168.10.255 akan diizinkan.
Wildcard mask bekerja dengan cara membandingkan bit demi bit antara alamat IP sumber/destinasi dengan pola wildcard mask.
Bit 0 → Harus sama persis.
Bit 1 → Tidak diperhatikan (boleh berbeda).
Misalnya, manajer jaringan ingin memblokir semua komputer dari jaringan 172.16.56.0 agar tidak mengakses printer di bagian keuangan.
Daripada menulis satu per satu IP komputer, kita cukup buat wildcard mask seperti ini:
deny 172.16.56.0 0.0.0.255
Penjelasan:
IP dasar: 172.16.56.0
Wildcard mask: 0.0.0.255 → artinya router hanya melihat tiga oktet pertama (172.16.56) dan mengabaikan oktet terakhir.
Semua IP dari 172.16.56.1 sampai 172.16.56.254 akan diblokir.
Rumus sederhana untuk menghitung wildcard mask:
255.255.255.255 – Subnet Mask = Wildcard Mask
| Subnet Mask | Wildcard Mask | Penjelasan |
|---|---|---|
| 255.255.255.0 | 0.0.0.255 | Mengabaikan 8 bit terakhir |
| 255.255.0.0 | 0.0.255.255 | Mengabaikan 16 bit terakhir |
| 255.0.0.0 | 0.255.255.255 | Mengabaikan 24 bit terakhir |
| 255.255.255.192 | 0.0.0.63 | Mengabaikan 6 bit terakhir |
Contoh:
Subnet mask = 255.255.255.224
→ Wildcard mask = 0.0.0.31
Artinya: router akan memperhatikan 27 bit pertama, dan 5 bit terakhir bisa bervariasi.
Wildcard mask banyak digunakan dalam konfigurasi perangkat jaringan, terutama router Cisco.
Berikut beberapa penerapannya:
Wildcard mask digunakan untuk mengatur siapa yang boleh dan tidak boleh mengakses jaringan tertentu.
Contoh:
access-list 10 permit 192.168.10.0 0.0.0.255
access-list 10 deny any
Perintah di atas mengizinkan semua perangkat di jaringan 192.168.10.0/24 dan menolak sisanya.
Dalam OSPF, wildcard mask digunakan untuk menentukan area jaringan:
network 10.1.1.0 0.0.0.255 area 0
Artinya, OSPF akan mengaktifkan area 0 pada semua antarmuka yang memiliki IP dalam jaringan 10.1.1.0/24.
Wildcard mask juga dapat membantu membatasi akses antar divisi, misalnya hanya departemen IT yang boleh mengakses server tertentu.
Wildcard mask sangat kuat, tapi tidak selalu cocok di semua situasi.
Berikut beberapa alternatifnya:
Subnet Mask: lebih sederhana untuk konfigurasi IP dasar.
CIDR (Classless Inter-Domain Routing): menentukan rentang IP tanpa perhitungan biner yang rumit.
DHCP: cocok untuk jaringan dengan IP dinamis.
Routing Protocol: seperti EIGRP dan OSPF bisa otomatis menangani pembagian subnet.
| Aspek | Subnet Mask | Wildcard Mask |
|---|---|---|
| Fungsi | Menentukan bagian network dan host | Menentukan bit yang diperiksa dan diabaikan |
| Nilai bit 1 | Network | “Don’t care” (abaikan) |
| Nilai bit 0 | Host | “Must match” (harus sama) |
| Arah perhitungan | Dari kiri ke kanan | Dari kanan ke kiri |
| Contoh | 255.255.255.0 | 0.0.0.255 |
Pastikan menyesuaikan wildcard dengan ukuran subnet yang ingin kamu izinkan atau tolak.
Hindari kesalahan satu bit, karena bisa membuat aturan ACL tidak berfungsi.
Selalu uji konfigurasi sebelum diterapkan ke jaringan utama.
Gunakan dokumentasi agar administrator lain bisa memahami aturan yang kamu buat.
Wildcard Mask adalah alat penting dalam konfigurasi jaringan modern, terutama dalam pengaturan ACL dan routing.
Dengan memahami cara kerjanya, administrator jaringan dapat:
Mengatur akses dengan lebih spesifik
Menghemat waktu konfigurasi
Menjaga keamanan jaringan
Mengoptimalkan kinerja router
VLSM dalam Pengaturan Alamat IP: Pengertian, Cara Kerja, dan Contoh Penerapan
192.168.10.0/24 dan perlu membaginya menjadi beberapa subnet dengan kebutuhan host sebagai berikut:192.168.10.0/26.192.168.10.0 hingga 192.168.10.63. Alamat yang tersedia adalah 62 (host).192.168.10.64.192.168.10.64/27.192.168.10.64 hingga 192.168.10.95.192.168.10.96.192.168.10.96/28.192.168.10.96 hingga 192.168.10.111.192.168.10.112.192.168.10.112/29.192.168.10.112 hingga 192.168.10.119.192.168.10.120 sampai 192.168.10.255 masih dapat digunakan untuk kebutuhan di masa depan.